Dia pernah memberimu segelintir kebahagiaan. Dia pernah ada untukmu. Dia pernah menjadi alasan mengapa hari –harimu begitu indah. Tapi dia, bukanlah dia yang dulu. Dia memanglah tetap menjadi dia. Tapi dia yang kau kenal, bukan dia yang menyayangimu. Dia yang kini bahagia dengan dunia barunya. Juga dia yang sudah bisa tanpamu dalam keseharian-nya. Sedangkan kau masih tetap berharap dia kembali.
Senyumnya masih bisa kau lihat. Dari dekat, atau pun dari jarak yang begitu jauh. Kau tak akan bisa melupakan hal itu. Hal sederhana yang terus mengiang dan mengambang dalam ingatanmu. Perihal senyum, tawa, segala sifat atau pun sikap memang biasa. Tapi dia memberikan dengan warna yang berbeda. Yang membuatmu berani menilai kalau mungkin tidak ada orang yang seperti dia. Bukan begitu?
Memang, ada kala di mana kita harus kehilangan dia. Sebab pertemuan tak bisa berjanji untuk saling mengabdi dan bersama selamanya. Dia akan pergi. Sampai waktu yang tepat, entah kapan, pasti dia akan meninggalkanmu sendiri bersama luka juga kisah manis yang pernah kau ukir. Tata hatimu yang kini berkeping. Seka semua air mata yang sudah terlanjur tumpah.
Kepada dia, ucapkanlah terima kasih. Kau belajar tentang menyayangi seseorang dengan tulus. Walau pada akhirnya kau akan tau dengan sendirinya, sesayang apa pun kau dengan dia, dengan siapa pun, kau akan tetap berada pada titik kehilangan yang entah kapan kan menjemput. We’ll get move on. Bahagiakan dia selagi dia masih menjadi milikmu sekarang. Meski nanti ketika kau di pisahkan oleh waktu, coba kenanglah dia dengan hati yang paling dalam. Tanpa air mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar