Terkadang, suka heran dengan orang yang mengabaikan atau menyia-nyiakan seseorang dengan sebegitu enaknya. Mengabaikan seseorang yang padahal orang yang di abaikan itu serius sayang dengan dirinya. Apa orang yang seperti itu tidak pernah merasakan bagaimana rasanya di buang di sia – siakan begitu saja? Apa ia tidak pernah berpikir, bilamana nanti hal itu akan berbalik pada dirinya? Berbalik di sia – siakan oleh orang lain. Oleh orang yang sangat ia cintai. Karena sejatinya, karma tidak pernah lepas dari apa yang sudah ia perbuat.
Oke, setiap orang, atau mungkin semua orang, pasti pernah merasakan bagaimana sakitnya di sia-siakan. Bagaimana sakitnya dibuang oleh orang yang sangat ia cintai begitu saja. Saat seperti itu, wajar jika kau sulit untuk menerima kenyataan. Yang kau tau, kalian saling menyayangi. Yang kau tau, kalian saling peduli dan saling perhatian. Yang kau tau, dia hanya menetapkan 1 nama saja. Ya, “yang kau tau”.
Tapi, ya begitulah hati. Tidak akan pernah tau kemana ia akan berlabuh. Terkadang, yang sudah menemukan tempat singgah saja, bisa berubah arah labuhnya, apalagi jika ia mulai menemukan tempat singgah baru yang lebih indah dan lebih nyaman dari tempat yang lama. Lalu sampai pada akhirnya dia pergi begitu saja di saat kau sedang ada pada titik puncak kasih sayang paling tinggi.
Kau merasa sakit? Merasa paling menderita? Wajar. Manusiawi. Di sia – siakan adalah hal yang paling menyakitkan. Saat kau menoleh ke belakang, kau melihat kenangan yang indah bersama dia. Ada banyak senyum, canda dan tawa yang menghiasi otak. Tapi, saat seperti itu juga, saat ia menyia – nyiakan kau begitu saja, kau tidak seharusnya untuk terus ada di titik penderitaan itu dengan waktu yang lama. Kau harus bisa menerima kenyataan pahit bahwa sanya ia tidak lagi menyayangimu seperti dulu dan dia memilih menyia – nyiakanmu yang ia pikir mungkin itu cara satu – satunya.
Ah, tapi, biarlah. Tidak ada gunanya juga kau memperjuangkan orang yang sudah menyia – nyiakanmu. Tidak ada gunanya juga kau menaruh hati padanya. Ia sudah menemukan tempat yang lebih nyaman. Kau? Di buang dan di biarkan begitu saja. Sakit? Oke, faham rasanya seperti apa. Lihat sejauh mana ia singgah di tempat yang baru. Jangan di pikirkan. Dia saja tidak memirkanmu. Nanti, entah kapan, ada saatnya dia tau, bahwa kaulah orang yang paling menyayanginya tulus.