Rabu, 16 Desember 2015

Untuk Wanitaku


Aku sama seperti lelaki pada umumnya

Aku memiliki cinta, dan kasih yang tertanam dalam hati

Aku memiliki asa, rasa, untuk seseorang yang ku pinang nanti

Untuk wanitaku

Aku bukan lelaki yang sempurna

Aku dilahirkan dengan banyak kekurangan yang mengakar pada setiap sudut senuku

Aku seperti tanaman, yang butuh pupuk agar tumbuh mengakar sempurna

Untuk wanitaku

Sudah ribuan detik kita jejaki bersama

Banyak pula kerikil-kerikil kecil yang sesekali menjelma

Menghadirkan masalah, tapi kita kuat dan tetap sama

Untuk wanitaku

Aku tak pernah membayangkan akan memilikimu seperti saat ini

Aku juga tak pernah menyangka, kenapa Tuhan begitu baik mengirimkanku sesosok wanita yang bisa menjadi penerang dalam kehidupanku

Aku tak pernah membayangkan bagaimana rasanya jika kelak nanti Tuhan mengambilmu, menjauhkanmu dariku. Oh, sungguh, aku tak ingin

Untuk wanitaku

Banyak perihal-perihal buruk yang kau tutupi dalam diriku selama kau menjadi kekasih

Buatku, kau telah menyempurnakan segala kekurangan

Kau berhasil menjadi pupuk hidupku, menyuburkanku seperti bunga yang tumbuh mekar tanpa hama

Untuk wanitaku

Aku tak akan berjanji untuk tidak menyakitimu

Tapi aku, sebagaimana mestinya menjagamu agar kamu tak terluka

Aku hanya tak ingin mengecewakan Tuhan, yang sudah memberikanmu untukku, wanitaku, agar selalu ku jaga dan merawatmu dengan suka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar